Sifilis adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Penyakit ini sering disebut sebagai “penyakit seribu wajah” karena gejalanya beragam dan sering menyerupai penyakit lain.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang apa itu sifilis, penyebab, gejala berdasarkan tahapannya, cara penularan, pengobatan, serta pencegahannya.
Apa Itu Sifilis?
Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini dapat menyerang kulit, selaput lendir, organ dalam, hingga sistem saraf jika tidak diobati.
Sifilis dapat menyerang siapa saja dan dapat menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral.
Penyebab Sifilis
Penyebab sifilis adalah bakteri Treponema pallidum yang masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil pada kulit atau selaput lendir.
Sifilis menular melalui:
- Hubungan seksual tanpa kondom
- Kontak langsung dengan luka sifilis (chancre)
- Penularan dari ibu ke janin (sifilis kongenital)
- Jarang: transfusi darah yang terkontaminasi
Gejala Sifilis Berdasarkan Tahapan
Sifilis berkembang melalui beberapa tahapan, masing-masing dengan gejala yang berbeda.
1. Sifilis Primer
- Luka kecil tidak nyeri (chancre) di area kelamin, anus, atau mulut
- Luka biasanya keras dan bersih
- Kelenjar getah bening membengkak
- Luka dapat sembuh sendiri dalam 3-6 minggu
Meski luka sembuh, bakteri tetap ada dalam tubuh.
2. Sifilis Sekunder
- Ruam kulit (sering di telapak tangan dan kaki)
- Demam
- Sakit tenggorokan
- Nyeri otot dan sendi
- Rambut rontok
- Kutil datar di area kelamin atau anus
Tahap ini sangat menular dan gejalanya dapat hilang tanpa pengobatan.
3. Sifilis Laten
- Tidak ada gejala
- Infeksi tetap aktif di dalam tubuh
- Dapat berlangsung bertahun-tahun
4. Sifilis Tersier
Tahap paling berbahaya yang dapat terjadi bertahun-tahun setelah infeksi awal:
- Kerusakan jantung dan pembuluh darah
- Gangguan saraf (neurosifilis)
- Kelumpuhan
- Gangguan mental
- Kebutaan
- Kematian
Sifilis pada Ibu Hamil
Sifilis pada ibu hamil dapat menular ke janin dan menyebabkan:
- Keguguran
- Bayi lahir mati
- Cacat bawaan
- Infeksi serius pada bayi
Oleh karena itu, pemeriksaan sifilis sangat penting selama kehamilan.
Cara Diagnosis Sifilis
Diagnosis sifilis dilakukan melalui:
- Tes darah (VDRL, RPR, TPHA)
- Pemeriksaan fisik luka
- Pemeriksaan cairan dari luka (pada tahap awal)
Pengobatan Sifilis
Sifilis dapat disembuhkan, terutama jika terdeteksi dini.
Pengobatan utama:
- Antibiotik penisilin sesuai dosis dan tahap penyakit
- Alternatif antibiotik untuk pasien alergi (sesuai anjuran dokter)
Penting untuk:
- Menyelesaikan seluruh pengobatan
- Tidak berhubungan seksual selama masa pengobatan
- Mengajak pasangan seksual untuk ikut diperiksa dan diobati
Pencegahan Sifilis
Langkah pencegahan sifilis yang efektif meliputi:
- Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
- Setia pada satu pasangan
- Pemeriksaan PMS secara rutin
- Edukasi kesehatan seksual
- Tes sifilis sebelum dan selama kehamilan
Kesimpulan
Sifilis adalah penyakit menular seksual yang serius namun dapat disembuhkan jika ditangani sejak dini. Mengenali gejala, memahami tahapan penyakit, serta melakukan pemeriksaan rutin sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Jika Anda merasa berisiko atau mengalami gejala, segera konsultasikan dengan tenaga medis.